Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

KH Said: Polemik Pidato Kapolri soal NU-Muhammadiyah Sudah ...

KH Said: Polemik Pidato Kapolri soal NU-Muhammadiyah Sudah ... Rabu 31 Januari 2018, 18:25 WIB KH Said: Polemik Pidato Kapolri soal NU-Mu...

KH Said: Polemik Pidato Kapolri soal NU-Muhammadiyah Sudah ...

Rabu 31 Januari 2018, 18:25 WIB KH Said: Polemik Pidato Kapolri soal NU-Muhammadiyah Sudah Selesai Haris Fadhil - detikNews KH Said: Polemik Pidato Kapolri soal NU-Muhammadiyah Sudah SelesaiFoto: Ketum PBNU, Said Aqil Siradj. (Ari Saputra/detikcom) Jakarta - Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta masalah potongan video sambutan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tak diperpanjang. Menurutnya masalah itu telah selesai.
"Masalah potongan pidato Pak Kapolri yang viral itu sudah selesai. Tidak lagi ada kelanjutan," kata Said usai bertemu dengan Tito di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/2018).
Ia juga m enyebut tak lagi diperlukan klarifikasi atau tabayyun terhadap video itu. Menurutnya, kalau ada pihak yang memperpanjang pembahasan patut dicurigai punya tujuan tak baik.
"Sudah tidak diperlukan lagi untuk tabayyun, sudah selesai di sini. Kalau yang ingin mengembangkan itu, berarti ada tujuan tidak baik," ujarnya.
Wakapolri Komjen Syafruddin sebelumnya mengatakan video pidato Kapolri itu tidak utuh. Video yang viral dan jadi sorotan itu disebutnya dipotong.
"Itu dipenggal pidatonya nggak utuh. Itu dipenggal dan videonya tidak utuh," kata Syafruddin di gedung Rupatama, Mabes Polri, Jalan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018).
Syafruddin mengatakan, Tito juga sudah memberikan klarifikasi. Seperti hari ini, Tito bertemu dengan pihak ormas.
"Saya rasa Pak Kapolri sudah klarifikasi kepada semua pihak. Pak Kapolri marathon tuh klarifikasi dan terakhir hari ini ormas Islam sudah ketemu," ujarnya.
Sebelumnya, pidato Tito ram ai dibagikan di media sosial. Dalam video tersebut, Tito memerintahkan jajarannya untuk bersinergi dengan dua organisasi islam di Indonesia, yaitu NU dan Muhammadiyah. Alasannya, organisasi itu adalah pendiri negara.
(haf/idh)Sumber: Google News | Koranmu Jawa Barat