Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

ISLAM, PASAR DAN PEMBEBASAN

ISLAM, PASAR DAN PEMBEBASAN Oleh : Riyan Hidayatulloh             Nabi muhammad saw adalah seorang wirausahawan sejak umur 8 tahun...


ISLAM, PASAR DAN PEMBEBASAN

Oleh : Riyan Hidayatulloh

            Nabi muhammad saw adalah seorang wirausahawan sejak umur 8 tahun. Dalam usia yang masih dini tersebut beliau sudah bergumul dengan hiruk piruk dan terjun dalam dinamika pasar. 32 tahun bukan waktu yang singkat untuk memahami dunia perniagaan dan dinamika pasar pada zaman itu. Sampai akhirnya beliau diangkat menjadi seorang rosul yang membawa pesan serta misi ilahi untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia sealam semesta pada umur 40 tahun.

            Gerak sejarah islam berputar sangat menakjubkan. Meluas hingga ke batas cakrawala dunia. Namun hal itu bukan karena gerakan islamisasi dari istana ke istana, ataupun gerakan stuktural politik yang bersifat memaksa, melainkan gerakan dari pasar ke pasar. Sejak rosulullah masih ada ataupun sampai beliau sudah tiada, para wirausahawan muslim tidak menjadikan pasar  sebagai suatu  tempat yang sebatas menjual atau membeli barang dagangan atau komoditi, melainkan menjadikan pasar sebagai arena amal ajaran niaga islami dan medan dakwah yang berimbas pada pertukaran bahasa, ekonomi, politik, ideologi, sosial, budaya, pertahanan bahkan konversi agama. Dan dampaknya aturan jahiliyah pun roboh, tidak mampu bertahan. Menumbangkan ajaran politheisme dan digantikan dengan ajaran tauhid (monotheisme). Ditegakanaya syariah islam dengan metode budaya bangsa-bangsa yang ditemuinya. Kehadiran islam disambut sebagai liberating forces - kekuatan pembebasan dari belenggu perbudakan dan ajaran yang menyesatkan.

            Generasi berikutnya sesudah masa kejayaan fase rosululloh dan para sahabat, tetap menjadikan pasar sebagai medan niaga dan dakwah. Dari pasar dibangun mesjid. Dari mesjid dibina generasi muda melalui pendidikan atau pesantren (di indonesia). Kelanjutanya dari tuntunan komunitas islam, melahirkan kekuasaan politik yang mengkristal membentuk kerajaan atau kesultanan.

            Dalam perjalanan masuknya islam ke nusantara pada abad ke 7, islam disambut hangat kedatanganya oleh masyarakat nusantara. Terlebih islam membawa konsep liberating forces- kekuatan pembebasan yang membawa udara kemerdekaan kedalam dada masyarakat nusantara yang notabene masih terbelenggu oleh perbudakan dan stratifikasi sosial atau kasta sosial. Pun islam berkehendak melepas semua pengklasifikasian manusia berdasarkan hereditas -keturunan darah. Islam memberikan semangat kehidupan dengan menciptakan ekonomi terbuka melalui pasar. Sistem ini melahirkan oponed social system - sistem sosial terbuka. Artinya, setiap individu sangat terbuka untuk memperoleh kesempatan mengubah jenjang sosialnya, dengan social climbing - pendakian sosial. Melalui prestasi kualitas kerjanya - achieved status.

            Dari wajah singkat sejarah diatas, maka sudah sepantasnya bahwa pasar merupakan gerbang menuju kestabilan dakwah islam dengan menguasainya.
Tidaklah Rasululloh selama 32 tahun berkecimpung dalam dinamika pasar dunia kalau disana tidak ada API SEJARAH yang mesti kita ambil panas perjuanganya.

            Pertanyaanya, Apakah mungkin ajaran islam dapat menyebar secara global secara cepat tanpa penguasaan pasar oleh para penerus dakwah rosulullah pada saat itu? Wallau a'lam.